Scraps of Hana's life

  • Random
  • Archive
  • RSS
  • Ask me anything
infoneer-pulse:

Why College May Be Totally Free Within 10 Years

Higher education is in transition and with a coming proliferation in online courses could be totally free for many within a decade. The status quo won’t yield easily. But this is looking like a real answer to runaway student debt.

» via Time and emergentfutures

:O :O woaaah..
View Separately

infoneer-pulse:

Why College May Be Totally Free Within 10 Years

Higher education is in transition and with a coming proliferation in online courses could be totally free for many within a decade. The status quo won’t yield easily. But this is looking like a real answer to runaway student debt.

» via Time and emergentfutures

:O :O woaaah..

Source: emergentfutures

    • #science
  • 7 months ago > emergentfutures
  • 94
  • Permalink
Share

Short URL

TwitterFacebookPinterestGoogle+
The ice at the top of the world reflects much of the sun’s heat back into space and keeps our whole planet cool, stabilising the weather systems that we depend on to grow our food. Protecting the ice means protecting us all.
SaveTheArctic
    • #science
    • #Environment
    • #arctic
  • 7 months ago
  • Permalink
Share

Short URL

TwitterFacebookPinterestGoogle+
stopkillingourworld:

wondermarley:

it’s a beautiful thing that you can help so easily by just signing your name :-) www.savethearctic.org

sign sign sign!
View Separately

stopkillingourworld:

wondermarley:

it’s a beautiful thing that you can help so easily by just signing your name :-) www.savethearctic.org

sign sign sign!

Source: savethearctic.org

    • #science
    • #Environment
  • 7 months ago > wondermarley
  • 28
  • Permalink
Share

Short URL

TwitterFacebookPinterestGoogle+

Akademisi yang go Blog

imajinasirinoferdian:

Hei, mereka bukanlah para antisos yang diam mencekam dan diam, memakai baju putih berkaca mata tebal berambut botak di tengah bukan karena keseringan bermain sepak bola, tapi mereka super duper jenius dengan segala keunikannya.

Akhir-akhir ini, aku yang sudah beberapa bulan terjebak sedikit off dari dunia tulis menulis cerita apapun, tersadarkan kembali begitu mengenal kembali seorang profesor muda di universitasku.

Aha, siapa yang tak kenal dengan Pak Budi Rahardjo. Dosen keamanan jaringan yang cerita-ceritanya, dulu, tugas pertama yang beliau berikan kepada mahasiswanya adalah mencari nomer hp originalnya Gita Gutawa. -___-“„ Dan di emailku, ku subscribe blog super up to date beliau http://rahard.wordpress.com/. Cerita-cerita yang kebanyakan tak lebih dari dua paragraf yang kadang less important, seperti hanya menceritakan sarapan pagi beliau dengan roti isi dan segelas susu coklat. Tapi selalu asik ketika kita membacanya.

Nah, di UTM, aku bertemu dengan Profesor Hadi Nur dengan websitenya http://www.hadinur.com. Beliau ini pembina Persatuan Pelajar Indonesia disini. Walau tidak seterkenal pak Budi, tapi website beliau ini cukup aktif sekali sodara. Akhirnya, sempet beberapa jam baca-baca tulisan-tulisan beliau. Mulai dari biografinya, cerita keluarganya, penelitiannya (walau melongo karena beliau ini dibidang chemistry). Beliau juga menampilkan mahasiswa-mahasiswa bimbingannya di webnya. *Sepertinya kalau ngasi tugas, jangan-jangan ngerefer ke webnya :))*

Itulah, bagiku sangat wow sekali mengenal akademisi yang suka menulis cerita hidupnya yang secara tidak sadar, mereka berbagi kesuksesan dan nilai-nilai kehidupannya di luar aktivitasnya sebagai akademisi. 

    • #science
  • 7 months ago > imajinasirinoferdian
  • 10
  • Permalink
Share

Short URL

TwitterFacebookPinterestGoogle+

ようこそ welcome: Gaudeamus Igitur (Marilah Kita Bersenang-Senang)

isnidalimunthe:

elwi:

Salah satu lagu yang saya suka ketika acara wisuda adalah Gaudeamus Igitur, lagu yang memiliki lirik berbahasa Latin.

image

Lagu ini merupakan semacam lagu kebangsaan di acara-acara kelulusan wisuda di berbagai kampus di berbagai negara, termasuk di kampus saya.

Berikut ini adalah lirik lengkapnya beserta terjemahannya. sumber

Gaudeamus igitur
Juvenes dum sumus.
Post jucundam juventutem
Post molestam senectutem
Nos habebit humus

Mari kita bersenang-senang
Selagi masih muda.
Setelah masa muda yang penuh keceriaan
Setelah masa tua yang penuh kesukaran
Tanah akan menguasai kita.

Ubi sunt qui ante nos
In mundo fuere?
Vadite ad superos
Transite in inferos
Hos si vis videre

Kemana orang-orang sebelum kita
Yang pernah hidup di dunia ini?
Terbanglah ke surga
Terjunlah ke dalam neraka
Bila kau ingin menjumpai mereka

Vita nostra brevis est
Brevi finietur.
Venit mors velociter
Rapit nos atrociter
Nemini parcetur.

Hidup kita sangatlah singkat
Berakhir dengan segera
Maut datang dengan cepat
Merenggut kita dengan ganas
Tak seorang pun mampu menghindar

Vivat academia!
Vivant professores!
Vivat membrum quod libet
Vivant membra quae libet
Semper sint in flore

Panjang umur akademi!
Panjang umur para pengajar!
Panjang umur setiap pelajar!
Panjang umur seluruh pelajar!
Semoga mereka terus tumbuh berkembang!

Vivant omnes virgines
Faciles, formosae.
Vivant et mulieres
Tenerae, amabiles
Bonae, laboriosae.

Panjang umur para gadis!
Yang sederhana dan elok
Juga, hidup para wanita!
Yang lembut dan penuh cinta
Jujur, pekerja keras

Vivant et res publica
et qui illam regit.
Vivat nostra civitas,
Maecenatum caritas
Quae nos hic protegit

Hidup negaraku!
Dan pemerintahannya
Hidup kota kami!
Dan kemurahan hati para dermawan
Yang telah melindungi kami

Pereat tristitia,
Pereant osores.
Pereat diabolus,
Quivis antiburschius
Atque irrisores.

Enyahlah kesedihan
Enyahlah kebencian
Enyahlah kejahatan
Dan siapa pun yg anti mahasiswa
Juga mereka yang mencemoh kami

Source: elwi

    • #science
  • 7 months ago > elwi
  • 11
  • Permalink
Share

Short URL

TwitterFacebookPinterestGoogle+
islamic-quotes:

Knowledge
Submitted by AKUMUSLIM
Pop-upView Separately

islamic-quotes:

Knowledge

Submitted by AKUMUSLIM

(via fitriology)

Source: islamic-quotes

    • #science
    • #life
    • #submission
  • 8 months ago > islamic-quotes
  • 111
  • Permalink
Share

Short URL

TwitterFacebookPinterestGoogle+
'\x3ciframe width=\x22500\x22 height=\x22375\x22 src=\x22http://www.youtube.com/embed/OMq9he-5HUU?wmode=transparent\x26autohide=1\x26egm=0\x26hd=1\x26iv_load_policy=3\x26modestbranding=1\x26rel=0\x26showinfo=0\x26showsearch=0\x22 frameborder=\x220\x22 allowfullscreen\x3e\x3c/iframe\x3e'

scienceisbeauty:

Song from π.

    • #science
  • 8 months ago > scienceisbeauty
  • 253
  • Permalink
Share

Short URL

TwitterFacebookPinterestGoogle+

Dr. Yahya Maurice Bucaille, Tokoh Muslim Terhormat yg harus Lo ketahui!

serbaserbisiraya:

Bucaille seorang pakar bedah kenamaan Perancis yang dilahirkan pada 19 Juli 1920.  Professor di bidang gastroentorologi, terhormat dikalangan Raja Mesir & Prancis, mendapat penghargaan tertinggi kerajaan : Le Prix Diane Potier-Boes (Penghargaan Dalam Sejarah) oleh Academie Frantaise dan anugerah Prix General daripada Academie Nationale De Medicine, Perancis. must read!

baca juga ini: http://myibrah.com/jasad-firaun , http://www.khilafahbooks.com/the-bible-the-quran-and-science-by-dr-maurice-bucaille/ , http://www.youtube.com/watch?v=W0TnKrlHlN4&playnext=1&list=PLC2860AF7BA89C75E&feature=results_main

(via arrizapasha)

Source: serbaserbisiraya

    • #islam
    • #science
  • 8 months ago > serbaserbisiraya
  • 5
  • Permalink
Share

Short URL

TwitterFacebookPinterestGoogle+
Pop-up View Separately
Pop-up View Separately
PreviousNext

kuntawiaji:

The Xiying Rainbow Bridge is located in Magong, Penghu County in Taiwan. This bridge was constructed with a thin neon band that reflects a rainbow onto the waters surface at night. 

Source: okayjesse

    • #science
    • #rainbow
  • 9 months ago > okayjesse
  • 14363
  • Permalink
Share

Short URL

TwitterFacebookPinterestGoogle+

“Reaktualisasi Peran Ilmu Pengetahuan dan Teknologi dalam Membangun Kemandirian Bangsa” (pidato Pak B.J. Habibie pada Acara Hari Kebangkitan Teknologi Nasional 2012)

tumbr1:

Pidato Pak Habibi yang disampaikan pada acara Hakteknas ( Hari Kebangkitan Nasional) 2012 ini sangat menyentuh, melecut untuk kita semua (terutama para teknolog dan saintis, ilmuwan, cendikiawan atau apapun itu namanya) untuk bekerja lebih keras, mengantarkan sebuah kontribusi keilmuan yang bisa mengantarkan kita pada kebermanfaatan yang maksimal dalam upaya penyejahteraan bangsa Indonesia, peninggiian dan pembuktiaan nilai2 ajaran Islam yang ditunjukan Allah SWT, dan terlebih adalah upaya perjuangan dan jihad kita untuk mengantarkan diri kita menuju gerbang jannah firdaus yang dimuliakan Allah, mengharap pertemuan tertinggi dengan Dzat Yang Maha Pemurah dan Maha Penyayang, yang Maha Pintar, Maha Berilmu-Maha Mengetahui.
Semoga menjadi Inspirasi bagi kita semua

Hari ini tanggal 10 Agustus 2012, 17 tahun lalu, tepatnya 10 Agustus1995, dalam rangka peringatan 50 tahun kemerdekaan Indonesia,bangsa kita telah menggoreskan pena sejarahnya dengan terbang perdana pesawat terbang canggih N‐250. Pesawat turboproptercanggih ‐‐ hasil disain dan rancang bangun putra‐putri bangsa sendiri‐‐ mengudara di atas kota Bandung dalam cuaca yang amat cerah,seolah melambangkan cerahnya masa depan bangsa karena telah mampu menunjukkan kepada dunia kemampuannya dalam penguasaan sains dan teknologi secanggih apapun oleh generasi penerus bangsa. Bandung memang mempunyai arti dan peran yang khusus bagi bangsa Indonesia. Bukan saja sebagai kota pendidikan, kota pariwisata ataukota perjuangan, namun Bandung juga kota yang menampung dan membina pusat‐pusat keunggulan Iptek, sebagai penggerak utama proses nilai tambah industri yang memanfaatkan teknologi tinggi (hightech). Kita mengenang peristiwa terbang perdana pesawat N250 itu sebagai Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (HAKTEKNAS), yang dalam pandangan saya merupakan salah satu dari lima “Tonggak Sejarah”bangsa Indonesia, yaitu:

  • Pertama : Berdirinya Budi Utomo, 20 Mei 1908 (Hari Kebangkitan Nasional – 20 Mei);
  • Kedua : Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober 1928 (Hari Sumpah Pemuda – 28 Oktober);
  • Ketiga : Proklamasi Kemerdekaan Indonesia tanggal 17 Agustus 1945 (Hari Proklamasi Kemerdekaan ‐ 17 Agustus);
  • Keempat: Terbang perdananya pesawat paling canggih Turboprop N250 (Hari Kebangkitan Teknologi Nasional – 10 Agustus);
  • Kelima : Diperolehnya “Kebebasan”, dengan dimulainya kebangkitan demokrasi pada tanggal 21 Mei 1998.

 Pada tahun 1985, sepuluh tahun sebelum terbang perdananya, telah dimulai riset dan pengembangan pesawat N250. Semua hasil penelitian dari pusat‐pusat keunggulan penelitian di Eropa dan Amerika Utara dalam bidang ilmu dirgantara, ilmu aerodinamik, ilmu aeroelastik, ilmukonstruksi ringan, ilmu rekayasa, ilmu propulsi, ilmu elektronik, ilmuavionik, ilmu produksi, ilmu pengendalian mutu (quality control) dsb,telah dikembangkan dan diterapkan di industri IPTN, di Puspitek, di BPPT dan di ITB. Dengan terbangnya N250 pada kecepatan tinggi dalam daerah“subsonik” dan stabiltas terbang dikendalikan secara elektronik dengan memanfaatkan teknologi “fly by wire”, adalah prestasi nyata bangsaIndonesia dalam teknologi dirgantara. Dalam sejarah dunia penerbangan sipil, pesawat N250 adalah pesawat turboprop yang pertama dikendalikan dengan teknologi fly by wire. Dalam sejarah dunia dirgantara sipil, pesawat Jet AIRBUS A300 adalah yang pertama kali menggunakan teknologi fly by wire, namun AIRBUS300 ini terbang dalam daerah “transsonic” dengan kecepatan tinggi, sebagaimana kemudian juga Boeing‐777. Fakta sejarah mencatat bahwa urutan pesawat penumpang sipil yang menerapkan teknologi canggih untuk pengendalian dan pengawasanterbang dengan “fly by wire” adalah sebagai berikut:

1. A‐300 hasil rekayasa dan produksi Airbus Industri (Eropa)

2. N‐250 hasil rekayasa dan produksi Industrie Pesawat TerbangNusantara IPTN, sekarang bernama PT. Dirgantara Indonesia(Indonesia)

3. BOEING 777 hasil rekayasa dan produksi BOEING (USA) 

Fakta sejarah dunia dirgantara juga mencatat bahwa 9 bulan sebelum N250 melaksanakan terbang perdananya, pada hari Rabu tanggal 7December 1994 di Montreal Canada, kepada tokoh yang dianggap paling berjasa dalam industri dirgantara sipil dunia diberikan medaliemas “Edward Warner Award ‐ 50 Tahun ICAO”. Penghargaan tersebut diberikan dalam rangka memperingati 50 tahun berdirinya“International Civil Aviation Organisation atau ICAO”, yang didirikanpada hari Kamis tanggal 7 Desember 1944 di Chicago – USA olehEdward Warner bersama beberapa tokoh industri dirgantara yang lain. ICAO didirikan dengan tujuan membina perkembangan Industridirgantara sipil di dunia. Upacara penghargaan tersebut dihadiri oleh para Menteri Perhubungan Negara yang anggota Perserikatan Bangsa Bangsa. Dalam upacara yang sangat meriah, khidmat dan mengesankan tersebut, Sekretaris Jenderal ICAO Philippe Rochat yang didampingi oleh Sekretaris Jenderal PBB Boutros Boutros‐Ghali, menyerahkan medali emas “Edward Warner Award 50 Tahun ICAO” oleh kepada putra Indonesia, Bacharuddin Jusuf Habibie. 

Bukankah kedua Fakta Sejarah Dirgantara ini telah membuktikan bahwa kualitas SDM Indonesia sama dengan kualitas SDM di Amerika, Eropa, Jepang dan China? Dengan peristiwa tersebut kita dapat membuktikan kepada generasi penerus Indonesia serta masyarakat dunia, bahwa bangsa Indonesia memiliki kemampuan dan kualitas yang sama dalam penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek) secanggih apapun yang sekaligus dilengkapi dengan kokohnya iman dan taqwa (Imtaq). Peningkatan jumlah dan kualitas manusia Indonesia yang terdidik tersebut juga melahirkan kesadaran akan peran dan tanggung jawab mereka dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, khususnya di kalangan generasimuda. Para hadirin yang berbahagia Bukan hanya Pesawat Terbang N250 yang dipersembahkan oleh Generasi Penerus sebagai hadiah Ulang Tahun Kemerdekaan ke‐50 kepada Bangsa Indonesia 17 tahun yang lalu, tetapi mereka juga menyerahkan Kapal untuk 500 Penumpang dan Kereta Api Cepat, yang semuanya dirancang bangun oleh Generasi Penerus. Hal yang sekarang patut kita tanyakan adalah:

  • Hadiah HUT Kemerdekaan ke 67 apa yang dapat kita persembahkan pada Hari Kebangkitan Teknologi Nasional, 17 Tahun setelah prestasi yang membanggakan itu
  • Bagaimana keadaan Industri Strategis yang telah menghasilkan produk andalan yang membanggakan 17 Tahun yang lalu?
  • Bagaimanakah keadaan industri Dirgantara dan Industri penunjangnya sekarang?
  • Bagaimana perkembangan pusat keunggulan Ilmu Aerodinamik, Gadynamik, Getaran (LAGG), Ilmu Konstruksi Ringan (LUK), Elektronik (LEN) dsb. yang telah dimulai puluhan tahun yang lalu?
  • Bagaimana keadaan pendidikan SDM yang mampu menguasai teknologi secanggih apapun?
  • Masih banyak pertanyaan yang patut kita berikan dan jawab!
  • Pertanyaan tersebut di atas dapat dijawab dengan mengkaji fakta dan kecenderungan sebagai berikut:
  • Produk pesawat terbang, produk kapal laut dan produk kerata api ‐‐ yang pernah kita rancang‐bangun ‐‐ dalam “eufori reformasi” telah kita hentikan pembinaannya atau bahkan sedang dalam “proses penutupan”. Misalnya PT. DI yang dahulu memiliki sekitar 16.000 karyawan, sekarang tinggal kurang‐lebih 3.000 karyawan, yang dalam 3 sampai 4 tahun mendatang dipensiun karena tidak ada kaderisasi dalam segala tingkat.
  • Badan Pengelola Industri Strategis (BPIS) yang mengkoordinir 10 Perusahaan yang pada tahun 1998 memiliki kinerja turn‐oversekitar 10 Milliard US$ dengan 48.000 orang karyawan, kemudian dalam “eufori reformasi” dibubarkan! Pembinaan Industri Dirgantara, Industri Kapal, Industri Kereta Api, Industri Mesin, Industri Elektronik‐Komunikasi dan Industri Senjata, dsb. tidak lagi mendapat perhatian dan pembinaan!
  • KEPPRES No. 1 tahun 1980 tentang ketentuan penggunaan produk pesawat buatan dalam negeri dihapus dan PTDI tidak lagi didukung secara finansial maupun kebijakan industri pendukung lain.
  • PTDI berupaya untuk tetap bertahan hidup (survive) dengan berkonsentrasi kepada penjualan produk yang ada a.l. CN235 dan pesawat lisensi NC212 dan helikopter.
  • Di lain pihak, biaya pengembangan pesawat – termasuk pendidikan SDM terampil ‐‐ dianggap hutang kepada Pemerintah, yang mengakibatkan pembukuan PTDI buruk di mata perbankan sehingga menyulitkan industri untuk dapat beroperasi dan tidak memungkinkan industri berinvestasi.
  • PTDI melakukan diversifikasi usaha di berbagai bidang a.l., jasaaerostructure, engineering service danmaintenance‐repair‐overhaul dan tidak lagi menitikberatkan pada rancang bangun dan produksi.
  • Dengan terpuruknya program pengembangan dalam negeri, banyak design engineers yang memilih pergi ke luar negeri (a.l. Amerika, Eropa) untuk bekerja di industri pesawat terbang lain. Sebagian besar dalam beberapa tahun pulang, setelah Negara setempat mendahulukan pekerja lokal dibandingkan dengan pekerja asing (kasus: Embraer).
  • Dengan berjalannya waktu, tanpa program pengembangan, PTDI tidak dapat melakukan pergantian/regenerasi karyawan engineering, yang pada gilirannya mengancam kapabilitas dan kompetensi PTDI sebagai produsen pesawat.
  • Apa yang dialami oleh PT. Dirgantara, dialami pula oleh semua perusahaan yang dahulu dikoordinir oleh Badan Pengelolah Industri Strategis, BPIS.
  • Segala investasi yang dilaksanakan pada perkembangan dan pendidikan SDM yang trampil tanpa kita sadari telah “dihancurkan” secara sistimatik dan statusnya kembali seperti kemampuan bangsa Indonesia 60 tahun yang lalu!
  • Prasarana dan sarana pengembangan SDM di Industri, di PUSPITEK, di Perguruan Tinggi (ITB, ITS, UI, UGM, dsb.) serta di pusat‐pusat keunggulan yang dikoordinasikan oleh Menteri Riset dan Teknologi dialihkan ke bidang lain atau dihentikan, sehingga teknologi ‐‐ untuk meningkatkan “nilai tambah” suatu produk secanggih apapun yang dibutuhkan oleh pasar domestik dikurangi dan bahkan dihentikan pembinaannya dan diserahkan kepada karya SDM bangsa lain dengan membuka pintu selebar‐lebarnya untuk impor!
  • Pasar Domestik yang begitu besar di bidang transportasi, komunikasi, kesehatan dsb. “diserahkan” kepada produk dimpor yang mengandung jutaan “jam kerja” untuk penelitian, pengembangan dan produksi produk yang kita butuhkan.
  • Produk yang dibutuhkan itu harus kita biayai dengan pendapatan hasil ekspor sumber daya alam terbaharukan dan tidak terbaharukan, energi, agro industri, pariwisata, dsb. Ternyata potensi ekspor kita ini tidak dapat menyediakan jam kerja yang dibutuhkan sehingga SDM di desa harus ke kota untuk mencari lapangan kerja atau ke luar negeri sebagai TKI dan TKW. Akibatnya, proses pembudayaan dalam rumah tangga terganggu dsb. dsb. Proses pembudayaan (“Opvoeding, Erszeihung, Upbringing”) harus disempurnakan dengan proses pendidikan dan sebaliknya, karena hanya dengan demikian sajalah produktivitas SDM dapat terus ditingkatkan melalui pendidikan dan pembudayaan sesuai kebutuhan pasar.
  • Pertumbuhan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi seharusnya dipelihara setinggi mungkin untuk dapat meningkatan “pendapatan bruto masyarakat” atau peningkatan “kekayaan national” atau “national wealth”. Namun pemerataan pemberian kesempatan berkembang, pemerataan pendidikan‐pembudaaan dan pemerataan pendapatanlah yang pada akhirnya menentukan kualitas kehidupan, kualitas kesejahteraan dan kualitas ketentraman yang menjadi sasaran tiap masyarakat.
  • Bukankah jam kerja yang terselubung pada tiap produk yang kita beli itu pada akhirnya menentukan tersedianya lapangan kerja atau mekanisme proses pemerataan dalam arti yang luas itu?
  • Kita harus pandai memproduksi barang apa saja yang dibutuhkan di pasar nasional dan memberi insentip kepada siapa saja, yang memproduksi di dalam negeri, menyediakan jam kerja dan akhirnya lapangan kerja.
  • Potensi pasar nasional domestik kita sangat besar. Misalnya, pertumbuhan penumpang pesawat terbang sejak 10 tahun meningkat sangat tinggi, sekitar 10% ‐ 20% rata2 tiap tahun. Produksi pesawat terbang turboprop N250 untuk 70 penumpang ‐‐yang sesuai rencana pada tahun 2000 sudah mendapat sertifikasi FAA ‐‐ dan Pesawat Jet N2130 untuk 130 penumpang – yang sesuai rencana akan mendapat sertfikasi FAA pada tahun 2004 – adalah jawaban kita untuk memenuhi kebutuhan pasar. Kedua produk yang dirancang bangun oleh putra‐putri generasi penerus ini yang mengandung jutaan jam kerja, bahkan harus dihentikan.MENGAPA? ? ?
  • Demikian pula dengan produksi kapal Caraka Jaya, Palwobuwono dan kapal Container yang harus dihentikan. Produksi kerata api harus pula dihentikan.
  • Walaupun pasar domestik nasional begitu besar, namun sepeda motor, telpon genggam dsb. ‐‐ yang semuanya mengandung jam kerja yang sangat dibutuhkan ‐‐ nyatanya barang‐barang tersebut tidak diproduksi di dalam negeri. MENGAPA? MENGAPA? MENGAPA?
  • Memang kesejahteraan meningkat, golongan menegah meningkat dan pertumbuhan meningkat pula, namun proses pemerataan belum berjalan sesuai kebutuhan dan kemampuan kita.
  • Ini hanya mungkin jikalau jam kerja yang terkandung dalam semua produk yang dibutuhkan itu secara nyata diberikan kepada masyarakat madani Indonesia. Oleh karena itu pada kesempatan untuk berbicara di hadapan para peserta Sidang Paripurna MPR tanggal 1 Juni Tahun 2011, saya garis bawahi pentingnya kita menjadikan NERACA JAM KERJA sebagai Indikator Makro Ekonomi di samping NERACA PERDAGANGAN dan NERACA PEMBAYARAN.

Para hadirin yang berbahagia Pada peringaran HAKTEKNAS tahun 2012 saat ini, saya ingin menggarisbawahi apa yang sudah dikemukakan banyak kalangan yakni perlunya kita melakukan reaktualisasi peran Iptek dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, terutama dalam rangka meningkatkan daya saing dan produktivitas nasional, serta untuk menghadapi berbagai permasalahan bangsa masa kini dan masa datang. Problema kebangsaan yang kita hadapi semakin kompleks, baik dalam skala nasional, regional maupun global, dan hal tersebut akan mensyaratkan solusi yang tepat, terencana dan terarah. Kita tahu bahwa fenomena globalisasi mempunyai berbagai bentuk. Salah satu manifestasi globalisasi dalam bidang ekonomi, misalnya,adalah pengalihan kekayaan alam suatu Negara ke Negara lain, yang setelah diolah dengan nilai tambah yang tinggi, kemudian menjual produk‐produk ke Negara asal, sedemikian rupa sehingga rakyat harus“membeli jam kerja” bangsa lain. Ini adalah penjajahan dalam bentuk baru, neo‐colonialism, atau dalam pengertian sejarah kita, suatu “VOC (Verenigte Oostindische Companie) dengan baju baru”. (Hal tersebut telah saya sampaikan pada Pidato Peringatan Kelahiran Pancasila di hadapan Sidang Pleno MPR RI tanggal 1 Juni 2011 yang lalu). Dalam forum yang terhormat ini, saya mengajak kepada seluruh lapisan masyarakat, khususnya para tokoh dan cendekiawan di kampuskampusserta di lembaga‐lembaga kajian dan penelitian lain untuksecara serius merumuskan implementasi peran iptek dalam berbagai aspek kehidupan bangsa dalam konteks masa kini dan masa depan. Terkait dengan hal tersebut, saya sangat menghargai upaya Pemerintah dalam membentuk Komite Inovasi Nasional (yang dikenal dengan KIN) dan Komite Ekonomi Nasional (yang dikenal dengan KEN) dengan tugas sebagai advisory council untuk mendorong inovasi di segala bidang dan mempercepat pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Saya mengetahui bahwa KIN maupun KEN telah merumuskan berbagai strategi dan kebijakan dan agenda aksi, khususnya yang menyangkut perbaikan ekosistem inovasi dan pengembangan wahana transformasi industri. Apa yang ingin saya ingatkan ialah, jangan sampai berbagai konsep yang dirumuskan oleh KIN maupun KEN tersebut hanya berhenti ditingkat masukan kepada Presiden saja, ataupun di tingkat rencana pembangunan saja, namun perlu direalisasikan dalam kegiatan pembangunan nyata. Jangan kita merasa puas dengan wacana maupun berencana, namun ketahuilah bahwa rakyat menunggu aksi nyata dari kita semua, baik para penggiat teknologi, penggiat ekonomi,pemerintah maupun lembaga legislatif. Saya juga menyarankan agar Pemerintah maupun Legislatif perlu lebih proaktip peduli dan bersungguh‐sungguh dalam pemanfaatan produk dalam negeri dan “perebutan jam kerja”. Kerjasama Pemerintah Daerah dan Pusat bersama dengan wakil rakyat di lembaga Legeslatif Daerah dan Pusat perlu ditingkatkan konvergensinya ke arah lebih pro rakyat, lebih pro pertumbuhan dan lebih pro pemerataan. Pada kesempatan ini, saya juga ingin menyampaikan pesan dan himbauan, hendaknya kita pandai‐pandai belajar dari sejarah. Janganlah kita berpendapat bahwa tiap pergantian kepemimpinan harus dengan serta‐merta disertai pergantian kebijakan, khususnya yang terkait dengan program penguasaan dan penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi. Kita mengetahui bahwa dalam penguasaan, pengembangan dan penerapan teknologi diperlukan keberlanjutan (continuity). Jangan sampai pengalaman pahit yangmenimpa industri dirgantara dan industri strategis pada umumnya ‐‐sebagaimana saya sampaikan di atas ‐‐ terulang lagi di masa depan! Jangan sampai karena eufori reformasi atau karena pertimbangan politis sesaat kita tega “menghabisi” karya nyata anak bangsa yang dengan penuh ketekunan dan semangat patriotisme tinggi yang didedikasikan bagi kejayaan masa depan Indonesia. 

Para hadirin yang berbahagia Kita dapat bersyukur bahwa bangsa Indonesia adalah suatu bangsayang multi etnik dan sangat peka terhadap keyakinan adanya Tuhan Yang Maha Esa, Allah subhana wata’alla. Oleh karena itu PANCASILA adalah falsafah hidup nyata bangsa ini yang dari masa ke masa selalu disesuaikan dengan kemajuan Ilmu pengetahuan dan teknologi dan peradaban yang dikembangkan dan diterapkan oleh kita bersama. Dapat kita catat, bahwa saat ini bangsa kita sudah keluar dari “euforikebebasan” dan mulai kembali ke “kehidupan nyata” antara bangsabangsa dalam era globalisasi. Persaingan menjadi lebih ketat dan berat. Peran SDM lebih menentukan dan informasi sangat cepat mengalir. Kita menyadari bahwa tidak semua informasi menguntungkan peningkatan produktivitas dan daya saing SDM Indonesia. Budaya masyarakat lain dapat memasuki ruang hidup keluarga. Kita harus meningkatkan“Ketahanan Budaya” sendiri untuk mengamankan kualitas iman dan taqwa (Imtak) yang melengkapi pemahaman ilmu pengetahuan danteknologi (Iptek) yang diberikan dalam sistem pendidikan danpembudayaan kita, yang menentukan perilaku, produktivitas dan daya saing Generasi Penerus. Kita sudah Merdeka 67 Tahun, sudah Melek Teknologi 17 Tahun, sudah Bebas 14 Tahun. Kita sadar akan keunggulan masyarakat madani yangpluralistik, sadar akan kekuatan lembaga penegak hukum (Yudikatif)dan informasi yang mengacu pada nilai‐nilai PANCASILA dan UUD‐45yang terus disesuaikan dengan perkembangan pembangunan nasional,regional dan global. Saya akhiri sambutan ini dengan ucapan:

  • REBUT KEMBALI JAM KERJA!
  • WUJUDKAN KEMBALI KARYA NYATA YANG PERNAH KITA MILIKI UNTUK PEMBANGUNAN  PERADABAN INDONESIA!
  • BANGKITLAH, SADARLAH ATAS KEMAMPUANMU!

Bandung, 10 Agustus 2012

Bacharuddin Jusuf Habibie

    • #science
  • 9 months ago > tumbr1
  • 8
  • Permalink
Share

Short URL

TwitterFacebookPinterestGoogle+
infoneer-pulse:

How Do You Cite a Tweet in an Academic Paper? - Alexis Madrigal - Technology - The Atlantic

Untuk yang lagi ngerjain skripsi dan sering main twitter. Sekarang tweet bisa dijadiin referensi kamu.. hehe
Pop-upView Separately

infoneer-pulse:

How Do You Cite a Tweet in an Academic Paper? - Alexis Madrigal - Technology - The Atlantic

Untuk yang lagi ngerjain skripsi dan sering main twitter. Sekarang tweet bisa dijadiin referensi kamu.. hehe

    • #science
  • 9 months ago > infoneer-pulse
  • 2007
  • Permalink
Share

Short URL

TwitterFacebookPinterestGoogle+
Pop-up View Separately
Pop-up View Separately
Pop-up View Separately
Pop-up View Separately
Pop-up View Separately
PreviousNext

khushamdeed:

Super smart.

(via lovingthis)

Source: sophiebeehler

    • #science
  • 9 months ago > sophiebeehler
  • 78207
  • Permalink
Share

Short URL

TwitterFacebookPinterestGoogle+

immortal=???

Manusia itu takut mati. makanya bisa dibilang bahwa hampir semua riset yang dilakukan manusia adalah untuk mendapatkan sesuatu yang dapat membuatnya hidup abadi.

Dengan ada nya ilmu kedokteran, manusia dapat mendeteksi sebuah penyakit sehingga dapat dilakukan tindakan terhadap si penyakit sehingga si penderita bisa sembuh dan sehat kembali. Dengan kedokteran pula, manusia sudah dapat mencegah sebelum penyakit itu terjadi dengan cara melakukan check-up teratur.

Dengan farmasi, berbagai macam obat dihasilkan. Fungsinya apalagi kalau bukan untuk menolong manusia supaya dirinya dapat sembuh seperti sedia kala dan tidak meninggal sia-sia.

Dengan adanya alat2 kedokteran, banyak yang tadinya tidak mungkin menjadi mungkin. Dari mulai melihat organ-organ dalam tubuh hingga pembunuhan sel-sel kanker dapat dilakukan.

Dan yang paling fenomenal adalah riset tentang kloning manusia yang sebenarnya sudah dapat dilakukan dan tinggal disempurnakan. Bila hal itu diperbolehkan secara etika, seorang kloning manusia dapat dipergunakan sebagai spare-part diri manusia dimana si kloning akan digunakan sebagai penyuplai organ-organ untuk si manusia ketika organ di dalam tubuh manusia itu sudah tidak dapat berfungsi dengan baik. Cara ini lebih efektif dibandingkan dengan mendapatkan donor dari orang lain mengingat kloning mempunyai sifat genetika yang sama persis dengan manusianya.

Tetapi apakah bila si kloning ini dapat hidup normal seperti manusia, apakah bukan tidak mungkin bahwa dia akan mempunyai perasaan dan pikirannya sendiri? Lalu dengan mengambil organ-organnya sesuka hati itu, apakah bukan sesuatu diluar etika?

Selain itu, kadang manusia juga berfikir untuk memanfaatkan kloning sebagai alat yang akan menggantikannya ketika dia sudah mati. Tapi ternyata hal ini juga tidak dapat diwujudkan dengan mudah.

Karena pengalaman dan pemikiran. Sebuah pengalaman akan membentuk sebuah pemikiran dan jangan lupa bahwa diri kita ini bukan hanya tebentuk dari fisiknya, tetapi juga terbentuk dari pemikiran-pemikiran yang kita dapat dari pengalaman. Pengalaman-pengalaman inilah yang hampir mustahil dapat dipindahkan kepada si kloning. Dan bukan tidak mungkin si kloning “pengganti manusia” ini malah akan mempunyai sifat dan pemikiran yang berbeda dari kita. Nah kalau sudah begitu, malah terbentuk seorang manusia baru. (Sama saja seperti sifat anak kembar identik yang tidak pernah sama.)

Semua upaya-upaya pengobatan ataupun pencegahan ini memang tidak ada salah nya. Toh kita tetap harus berusaha untuk hidup, untuk memenuhi janji-janji, memenuhi cita-cita, dan melakukan kebaikan di dunia ini. Tapi mungkin lama kelamaan manusia lupa dan khilaf sehingga menginginkan dirinya untuk bisa hidup selamanya…

    • #me
    • #science
    • #life
  • 10 months ago
  • Permalink
Share

Short URL

TwitterFacebookPinterestGoogle+

Stem cells used to ‘heal’ heart attack scars

femininescience:

Damage caused by a heart attack has been healed using stem cells gathered from the patient’s own heart, according to doctors in the US.

(via ohyeahdevelopmentalbiology)

Source: BBC

    • #science
  • 10 months ago > femininescience
  • 95
  • Permalink
Share

Short URL

TwitterFacebookPinterestGoogle+
Pop-up View Separately
Pop-up View Separately
Pop-up View Separately
Pop-up View Separately
Pop-up View Separately
Pop-up View Separately
Pop-up View Separately
Pop-up View Separately
Pop-up View Separately
PreviousNext

terrestrialblog:

Coral Rekindling Venus a film by Lynette Walworth.

Imagine global co-operation for a global problem. Imagine corals as the barometer of climate change. Imagine we are the pivot point. Imagine rekindling Venus.

My intent is to leave the audience with a sense of wonder for the complexity of the coral community and a deep-felt longing to see it survive.

What is apparent when you watch the film is the remarkable survival mechanisms already at play in the community of coral reefs, mechanisms that will be put to the test in the coming years. We might see ourselves as two different communities interconnected in our own survival.

- Lynette Wallworth

Watch the stunning trailer.

Berharap bisa melihat keindahan laut lagi dan lagi di tempat berbeda sambil mengingat-Mu (ingin juga bersamamu -yang mungkin ku belum bertemu)…

    • #science
    • #life
  • 10 months ago > terrestrialblog
  • 17991
  • Permalink
Share

Short URL

TwitterFacebookPinterestGoogle+
Page 1 of 13
← Newer • Older →

About

A girl,, that love flowers, books, cooks, science, cats, art, photography, and Japan things.. Find more about me in my personal's thought about anything . :)

So when you have common interest with me, why don't you just follow me!!

Psst: ask for it, if you want to be followed by me ;)

Pages

  • my other blog :)

Me, Elsewhere

  • @hanakotamus on Twitter
  • Facebook Profile

Twitter

loading tweets…

Top

  • RSS
  • Random
  • Archive
  • Ask me anything
  • Mobile
Effector Theme by Pixel Union