2050: Impian Muhammad Yunus (Impian kita juga bukan? hee)
- Kemiskinan bakal lenyap. Tak ada lagi orang miskin, pengemis, gelandangan, tiada anak jalanan di mana pun di dunia ini. Setiap negara akan punya museum kemiskinan, dan museum kemiskinan global akan terletak di negara yang paling akhir menghapuskan kemiskinan secara tuntas.
- Semua orang akan menjadi warga negara global dengan status sama. Tak seorang pun akan butuh paspor atau visa; setiap orang dapat pergi bebas ke mana pun di seluruh dunia.
- Perang menjadi usang. Tak ada bangsa yang akan terlibat dalam persiapan perang, dan tak akan ada lembaga militer mengembangkan rencana perang di mana pun di dunia ini.
- Senjata nuklir dan pemusnah massal lain akan dihapus.
- Penyakit yang konon tak tersembuhkan, mulai dari kanker hingga AIDS akan terbasmi. Penyakit akan jadi fenomena amat langka yang dengan mudah dan efektif disembuhkan. Layanan kesehatan kualitas tinggi aan tersedia untuk setiap orang, dan kematian anak dan ibu akan jadi masa lalu.
- Sistem pendidikan global akan dapat diakses oleh semua orang dari mana pun di dunia. Semua anak akan menikmati kegembiraan belajar, dan akan tumbuh sebagai individu perhatian, mengabdi untuk kesejahteraan orang lain dan diri sendiri.
- Setiap orang akan punya kesempatan penuh mengeksplorasi batas-batas potensi dirinya, lepas dari gender, ras, bangsa, agama, atau keturunan. Orang dari semua bangsa dan latar belakang akan mendapat kesempatan wajar berpartisipasi dalam petualangan hebat spesies manusia, meluaskan cakrawala pengetahuan, dan kreativitas kemanusiaannya.
- Sistem ekonomi global akan mendorong individu-individu, kalangan bisnis, dan institusi untuk menyebarkan kesejahteraan mereka dan berpartisipasi aktif dalam menciptakan kesejahteraan bagi orang lain, membuat ketimpangan pendapatan menjadi isu yang tidak relevan. “Pengangguran” dan “kesejahteraan” tidak akan lagi terdengar.
- Bisnis sosial akan menjadi bagian bisnis dunia yang substantif.
- Hanya akan ada satu mata uang dunia. Uang logam dan kertas akan tiada lagi.
- Akan tersedia teknologi yang memungkinkan semua rekening dan transaksi bank rahasia para politikus, pejabat pemerintah, badan intelegensi, organisasi bawah tanah, dan kelompok teroris sudah dengan mudah dapat dideteksi dan dipantau.
- Berbagai macam layanan keuangan yang canggih akan tersedia bagi setiap orang di dunia.
- Setiap orang akan memiliki komitmen untuk bergaya hidup yang mementingkan keberlanjutan yang didasarkan pada teknologi yang tepat. Matahari, air, dan angin akan menjadi sumber energi utama.
- Manusia akan mampu meramalkan gempa bumi, badai, tsunami, dan bencana alam lainnya secara akurat dan jauh-jauh hari sebelumnya untuk meminimalkan dampak dan korban nyawa.
- Tidak akan ada lagi diskriminasi dalam bentuk apapun, baik yang berdasarkan pada suku, warna kulit, agama, gender, orientasi seksual, keyakinan politik, bahasa, budaya, dan faktor-faktor lainnya.
- Kertas tidak akan lagi diperlukan, karena itu tidak perlu lagi menebang pohon. Akan ada kertas sintetis yang dapat dipakai berulang kali dan dapat terurai secara biologis, pada kasus-kasus yang tidak bisa lain membutuhkan kertas.
- Jaringan penghubungan mendasar akan bersifat tanpa kabel dan hampir tidak membutuhkan biaya.
- Setiap orang akan membaca dan mendengarkan segala sesuatu dalam bahasa masing-masing. Teknologi akan memungkinkan bagi seseorang untuk bicara, membaca, dan menulis dalam bahasanya sendiri sementara pembacanya akan membaca pesan itu di dalam bahasa mereka masing-masing. Software dan berbagai peralatan canggih akan menerjemahkan secara langsung ketika orang berbicara atau ketika melakukan download teks apa saja. Orang akan dapat menyaksikan saluran televisi dari mana saja dan mendengarkan suara dalam bahasanya sendiri.
- Semua kelompok budaya, etnis, dan agama akan tumbuh dalam keindahan dan kreativitasnya yang utuh, memberikan sumbangan terhadap indahnya persatuan masyarakat manusia.
- Semua orang akan menikmati lingkungan dengan inovasi yang terus-menerus, restrukturisasi institusi dan peninjauan kembali berbagai konsep dan ide.
- Seluruh umat manusia akan merasakan dunia yang damai, harmoni, dan persahabatan yang ditujukan untuk meluaskan batas-batas potensi manusia.
Sumber:
Yunus, M. (2008). Menciptakan Dunia Tanpa Kemiskinan. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama
catatan: Jika ada yang ingin mereblog:
Editlah 3 butir yang paling kamu sukai dan paling kamu setujuidengan mem-bold-nya.
Perkuat dengan mengulang impian itu di dalam hati, di setiap bangun tidur dan pergi tidur, kalian pun akan ikut berjuang untuk mencapainya sebaik-baiknya, sehormat-hormatnya.
Semoga dunia kita segera menjadi tempat tinggal yang lebih baik. Amin.:)
(via ikumaikuma)
Source: muhammadakhyar
Untuk kalian yang mau atau suka jogging atau bersepeda..Coba deh caranya si Sawako Kuronuma (Kimi ni Todoke) ini. Bawa satu kantong plastik untuk mengumpulkan sampah-sampah yang kita temuin di jalan. Lebih bagus lagi kalo kita bisa misahin sampah recycle (seperti botol plastik atau gelas plastik) dan sampah-sampah kertas (kotak rokok, kertas bekas, dll). Nah, nantinya sampah-sampah yang sudah dikumpulkan bisa dibuang di tempat sampah atau diberikan kepada pemulung sampah plastik.
Jadi berlipat-lipat deh untungnya. Olahraga iya, bersih-bersih iya, bantu orang lain juga iya..
Dicoba yuk!! :D
Saya tak berusaha untuk memaksakan apa yang saya anggap benar. Saya hanya ingin berbagi sembari berdoa agar kalian mau mengerti kebaikan-kebaikan yang ada dalam tulisan saya. :)
Hana
Cheers!! :)
Pengaruh lingkungan terhadap akhlak
Membaca tulisan ini yang diberikan oleh seorang teman pagi tadi, membuat saya mulai berfikir ulang. Apakah saya termasuk orang yang tidak peduli terhadap lingkungan masyarakat khususnya dengan akhlak para adik-adik saya. Saya merasa digolongkan kepada orang-orang yang acuh dan hanya bisa bilang “jika iman kita kuat maka Insyaallah kita akan aman dari semua pengaruh buruk lingkungan dan kalau mereka yang melakukan hal-hal buruk tanpa mengganggu hidup saya, dosanya mereka ini yang tanggung”.
Dan setelah saya pikir-pikir lagi, ternyata memang saya orang yang cukup egois ya. Karena saya seperti hanya memikirkan diri sendiri, tanpa memikirkan orang lain. Seharusnya kan saya masih bisa mencegah mereka untuk terpengaruh pengaruh-pengaruh buruk lingkungan ini.
Dan lagi-lagi saya dapat pekerjaan rumah. Bila digabungkan dengan yang sebelumnya menjadi: Saya harus bisa selalu mengingatkan diri sendiri, keluarga, dan teman-teman untuk tidak terpengaruh pengaruh buruk lingkungan dengan kembali kepada ajaran-ajaran Islam yang baik dan tanpa dibumbui kritikan-kritikan ‘berlebihan’ terhadap suatu kelompok. :)
Wer den Pfennig nicht ehrt, ist den Taler nicht wert
Frasa bahasa Jerman
Barangsiapa tidak bisa menghargai capaian yang kecil, dia tidak berhak untuk meraih capaian yang besar. (Kira-kira begitu artinya.. :))
Reblog with your school. Be proud.
- matangdilat: Divine Light Academy Las Pinas.
- wondergilou: Polytechnic university of the Philippines.
- sarcasticsandra: Canossa Academy Calamba.
- urlnimegan: Canossa College San Pablo City.
- aikaaholic: University of Santo Tomas.
- cookiecaramel: Assumption College Makati.
- mandalawangi: Nur Hidayah Integrated Islamic Senior High School
- nnndaru: TK Bhayangkari Pemalang Indonesia
- belindch: Gadjahmada University, Indonesia
- masgun : Bandung Institute of Technology , Indonesia
- yustinputri: Universitas Sriwijaya, Indonesia.
- enggarwardhani: Sriwijaya University, Indonesia
- achmadlutfi: Ostfalia University of Applied Sciences
- tazy: Ghent University, Belgium
- ragilliarach : Institute Teknologi Nasional, Bandung, Indonesia
- rajaharahapp : Universitas Padjadjaran, Bandung, Indonesia
- ikumaikuma: Universitas Indonesia
- Robbysatria : SMU N 8, Pekanbaru, Indonesia
- Nayasa: SMA Plus Negeri 17, Palembang, Indonesia
- Littlebigstories: Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya, Indonesia
- kakiikan : Fourty Four Junior High School , Bandung, Indonesia
- serbaserbisiraya: SMAN 2 Bandung, Indonesia.
- hanakochan: Swiss German University, Indonesia.
Source: matangdilat
Gerakan StayPositive bagi Indonesia (khususnya)
Haha„ ini saya tiba-tiba mendapatkan ide untuk mengajak semuanya untuk selalu berpikir, bertindak, dan berprasangka positif terhadap segala sesuatunya yang terjadi pada diri kita dan lingkungan.
Saya bukan hanya mengajak untuk selalu berpikir positif saja tanpa melakukan tindakan yang bisa membuat apa yang kita anggap positif terjadi. Contohnya, bila beberapa hari ini saya melihat tulisan-tulisan tentang Indonesia yang banyak kekayaan alam dan manusianya tidak dapat mensejahterakan masyarakatnya, saya lebih memilih untuk berpikir positif dengan berkata pada diri sendiri:
Wah, Indonesia kaya sekali ya. Banyak nih yang masih bisa saya lakukan sebenarnya, ayo berusaha sekuat tenaga untuk mewujudkan Indonesia yang lebih baik lagi!
Dan dari sana saya juga merancang beberapa tindakan yang ingin saya lakukan di kemudian hari seperti:
- membuat lapangan kerja di bidang yang sedang saya geluti,
- memberikan ilmu yang saya dapat ke banyak orang salah satunya kursus bahasa Jerman gratis,
- berkeliling Indonesia sambil membawa cerita dari daerah-daerah lain sehingga masyarakat yang saya datangi akan mengenal daerah lain juga,
- mendorong lebih banyak teman-teman untuk selalu berpikir positif salah satunya dengan menuliskan lebih banyak hal yang dapat menimbulkan pikiran dan tindakan positif,
- berusaha untuk tidak membenci suatu kelompok karena sebenarnya dari yang kita benci itu ada sesuatu yang masih bisa kita pelajari supaya kita bisa menjadi lebih baik lagi,
- mulailah mencintai apa yang kita punya dengan lebih mendekatkan diri dan mengenal lebih dalam tentangnya,
- mengurangi tulisan-tulisan yang bersifat
kritikankarena mengkritik terlalu mainstream.(hehe)
Dengan tulisan ini saya memulai gerakan StayPositive untuk Indonesia dan dunia pada umumnya dan mudah-mudahan tulisan ini juga menjadi pengingat bagi saya untuk mewujudkan dan selalu bertindak sesuai dengan apa yang saya tulis. :)
Bismillah! Gerakan ini dimulai hari ini! :D
liMigunani tumraping liyan
Menuju akhir perjalanan fase mahasiswa, mulai berpikir lebih serius untuk masa depan. Sedikit kecemasan alias was-was, tapi tak ketinggalan ada optimisme, untaian harapan serta doa yang mengiringi. Ikhtiar jangan ketinggalan dong ya! InsyaAllah.
Masa depan seperti apa ya?
Beberapa waktu lalu sempat diajak untuk berjalan menapaki alam pegunungan. Ditengah acara perjalanan itu ada sesi ‘menanam impian’. Menanam impian untuk masa depan ceritanya.Diawali dengan penggugah semangat dari seorang sobat yang bertutur tentang pentingnya sebuah perencanaan dan tentunya tentang impian masa depan. Lalu disana kami menulis masa depan seperti apa yang diinginkan dalam secarik kertas lengkap dengan kapan impian itu menjadi kenyataan. Lalu ada simulasi ‘mempertahankan impian’ dan diakhiri dengan mengumpulkan kertas-kertas ke dalam sebuah botol, kemudian botol itu disimpan dibawah sebuah pohon yang kami tanam.Dari beberapa impian masa depan yang asa tulis ketika itu, ada poin migunani tumraping liyan. Ya, diantaranya berkaitan dengan ‘bermanfaat bagi orang lain’. Bukankah dalam sebuah hadits disebutkan bahwa orang yang paling baik adalah mereka yang bermanfaat bagi banyak orang?
Lalu sekarang?
Future is about what you do in the present
Seperti buah yang merupakan hasil proses pertumbuhan pohon yang ditanam jauh hari sebelum buah itu ada. Masa depan tercipta dari serangkaian proses saat ini hingga nanti. Migunani tumraping liyan di masa depan harus mulai ditanam,ia harus hadir saat ini walau dalam bentuk sederhana, sebelum bentuk migunani tumraping liyan yang jauh lebih besar di masa depan.
“Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan” QS 59:18
Source: arrizapasha
Ini bukan soal reblog me-reblog atau follow mem-follow, ini tentang sejauh mana kita bisa saling mengingatkan dalam hal kebaikan.
Source: anamrufisa




