Scraps of Hana's life

  • Random
  • Archive
  • RSS
  • Ask me anything
nayasa:

review Cinta Di Ujung Jari:


Cinta Di Ujung Jari menyuguhkan kisah cinta yang siap hidang. Cinta yang sudah ada di ujung jari dan kita tinggal duduk tenang menikmatinya. Seolah seluruh cinta di seluruh dunia dirangkum dan siap untuk ditelan. Tulisan Nayasari yang lugas dan tulisan Akhyar yang mengajak kita untuk merenung, merupakan kombinasi yang menarik dari buku ini.  - Yunus Kuntawiaji
Diam-diam saya selalu suka dengan tulisan-tulisan mereka berdua. Menggugah. Memberikan suatu pandangan yang berbeda tentang apa saja. Kisah “Arloji” walau sebelumnya sudah pernah saya baca, entah mengapa kembali hidup lagi memainkan hati, begitu juga dengan kisah “Naira-Utara”. Itulah kekuatan buku ini, bermain dengan hati. - Ana Monica Rufisa
Cinta di Ujung Jari mengingatkan saya tentang hal itu, tentang salah satu hakikat cinta, bahwa ia tak hanya membuat kita berapi-api, lalu rela melakukan hal-hal besar, tapi terkadang cinta juga membuat dahi dan kening kita berkerut-kerut, tak paham tak mengerti. - Achmad Lutfi
Naya dengan cerita Naira dan Utaranya yang sampai detik ini saya ragukan kefiksiannya, dengan gaya bahasa, sudut pandang ,dan definisinya sendiri tentang cinta dalam cerita tersebut. Kemudian Akhyar dengan kekhasannya pula bercerita tentang cinta dengan sudut pandang yang berbeda. Dengan beberapa kisah cinta yang kadang aneh ditulis disini. Tapi itulah sudut pandang. - Kurniawan Gunadi 


Buku bisa pesan di cintadiujungjari@gmail.com dengan format Subject : Pesan_Nama
DetailsPenulis: Muhammad Akhyar & Nayasari AissaIlustrator dan Pendesain Kulit Muka: Ragillia RachmayuniFoto: PravitasariIlustrator Dalam: Sri SuryaniPenata Letak: Dian KusumawardhaniDate Published:   Januari 2013Type:                SOFT COVERNo. of Pages:      120 halamanPenerbit:            Langit Sastra
Harga Rp. 60.000,- (diluar ongkos kirim), seluruh keuntungan penjualan diberikan untuk @SBMatahari. Sila dipesan, terimakasih :)
Pop-upView Separately

nayasa:

review Cinta Di Ujung Jari:

Cinta Di Ujung Jari menyuguhkan kisah cinta yang siap hidang. Cinta yang sudah ada di ujung jari dan kita tinggal duduk tenang menikmatinya. Seolah seluruh cinta di seluruh dunia dirangkum dan siap untuk ditelan. Tulisan Nayasari yang lugas dan tulisan Akhyar yang mengajak kita untuk merenung, merupakan kombinasi yang menarik dari buku ini.  - Yunus Kuntawiaji

Diam-diam saya selalu suka dengan tulisan-tulisan mereka berdua. Menggugah. Memberikan suatu pandangan yang berbeda tentang apa saja. Kisah “Arloji” walau sebelumnya sudah pernah saya baca, entah mengapa kembali hidup lagi memainkan hati, begitu juga dengan kisah “Naira-Utara”. Itulah kekuatan buku ini, bermain dengan hati. - Ana Monica Rufisa

Cinta di Ujung Jari mengingatkan saya tentang hal itu, tentang salah satu hakikat cinta, bahwa ia tak hanya membuat kita berapi-api, lalu rela melakukan hal-hal besar, tapi terkadang cinta juga membuat dahi dan kening kita berkerut-kerut, tak paham tak mengerti. - Achmad Lutfi

Naya dengan cerita Naira dan Utaranya yang sampai detik ini saya ragukan kefiksiannya, dengan gaya bahasa, sudut pandang ,dan definisinya sendiri tentang cinta dalam cerita tersebut. Kemudian Akhyar dengan kekhasannya pula bercerita tentang cinta dengan sudut pandang yang berbeda. Dengan beberapa kisah cinta yang kadang aneh ditulis disini. Tapi itulah sudut pandang. - Kurniawan Gunadi 

Buku bisa pesan di cintadiujungjari@gmail.com dengan format Subject : Pesan_Nama

Details
Penulis: Muhammad Akhyar & Nayasari Aissa
Ilustrator dan Pendesain Kulit Muka: Ragillia Rachmayuni
Foto: Pravitasari
Ilustrator Dalam: Sri Suryani
Penata Letak: Dian Kusumawardhani
Date Published:   Januari 2013
Type:                SOFT COVER
No. of Pages:      120 halaman
Penerbit:            Langit Sastra

Harga Rp. 60.000,- (diluar ongkos kirim), seluruh keuntungan penjualan diberikan untuk @SBMatahari. Sila dipesan, terimakasih :)

(via kuntawiaji)

Source: nayasa

    • #books
    • #indonesia
    • #tumblr
  • 4 months ago > nayasa
  • 96
  • Permalink
Share

Short URL

TwitterFacebookPinterestGoogle+

Akhirnya melihat buku ini di tumblr, memutuskan saya untuk segera mereblog-nya. Takut saya lupa lagi untuk menyampaikan kebaikan. :)
Buku ini, masyaallah.. :”) Penggugah hati, penenang pikiran.
Tidak perlu banyak kata-kata dan publikasi, buku ini istimewa dengan sendirinya…
View Separately

Akhirnya melihat buku ini di tumblr, memutuskan saya untuk segera mereblog-nya. Takut saya lupa lagi untuk menyampaikan kebaikan. :)

Buku ini, masyaallah.. :”) Penggugah hati, penenang pikiran.

Tidak perlu banyak kata-kata dan publikasi, buku ini istimewa dengan sendirinya…

(via blogaholicofbloggerville)

Source: ummurumaysa

    • #books
    • #me
    • #thinks
  • 4 months ago > ummurumaysa
  • 494
  • Permalink
Share

Short URL

TwitterFacebookPinterestGoogle+
theheartbook:

“Home is the nicest word there is.”  ― Laura Ingalls Wilder

Buku ini, pernah saya pinjam dari seorang sahabat. Dan saya suka ceritanya, suka membayangkan lingkungan asrinya… Walaupun memang ceritanya sedikit melow.. hehe
View Separately

theheartbook:

“Home is the nicest word there is.”
― Laura Ingalls Wilder

Buku ini, pernah saya pinjam dari seorang sahabat. Dan saya suka ceritanya, suka membayangkan lingkungan asrinya… Walaupun memang ceritanya sedikit melow.. hehe

    • #books
  • 4 months ago > theheartbook
  • 2
  • Permalink
Share

Short URL

TwitterFacebookPinterestGoogle+

Visa Surga Bapak Sudah Jadi

Innalillahi wa inna ilaihi rojiun…

Berita duka datang di hari kamis kemarin (20-12-2012). Salah satu motivator, panutan yang baik bagi saya telah berpulang ke rumah-Nya. Mendahului kita semua.

Terimakasih bapak Houtman Zainal Arifin. Untuk cerita Nina, untuk kata-kata penyemangatnya, untuk buku Visa ke Surga, dan untuk segala kebaikan yang telah kau perlihatkan ataupun yang tidak terlihat yang membuat dunia ini dapat merasakan secercah cahaya diantara kegelapannya. 

Doa kami untukmu bapak. Semoga kebaikan-kebaikan bapak menjadi visa ke surga untukmu. Amiin..

    • #books
    • #houtman zainal arifin
    • #life
    • #me
    • #sman
  • 4 months ago
  • Permalink
Share

Short URL

TwitterFacebookPinterestGoogle+
Pop-up View Separately
Pop-up View Separately
PreviousNext

@achmadlutfi, @deakhumaira, @anamrufisa, @RistianiA

Aaaak„ maaf lupa mulu mau publish ini.

Alhamdulillah pada ultah saya tahun ini, ada sebuah kejutan yang bikin terharu. Karena saya termasuk orang yang sangat jarang mendapat kejutan. Ini termasuk kejutan yang berhasil membuat saya terharu sejadi-jadinya. aaak.. *blush*

Makasih kawan! (udah terlalu sering dan basi untuk didengar, tapi tolong disimak aja yah. :P)

Terimakasih untuk buku yang udah lama masuk wishlist book saya. Makasih untuk kaktus unyu-nya yang dalam beberapa bulan yang lalu saya idam-idamkan. Semoga dia bisa tumbuh besar di bawah perawatan saya.. hehe. Makasih untuk doa-doa dan ucapan kalian yang kebanyakan jleb banget.. Thx alot!!

Have a nice adventure all… *lambaian tangan dari jauh….

from 201112 to 121212

    • #me
    • #porte du nord
    • #books
    • #flower
  • 5 months ago
  • 19
  • Permalink
Share

Short URL

TwitterFacebookPinterestGoogle+

Membaca Sama Menyenangkannya dengan Membuat Film Kita Sendiri

Hari ini mempunyai pemikiran yang mungkin sudah sering terpikirkan, tetapi baru disadari dengan pasti sekarang ini. hehe. Yaitu tentang hubungan antara film dan buku. Kadang jarak antara mereka sangat jauh dan bertolak belakang. Karena banyak orang yang menyalahkan munculnya film membuat orang-orang untuk menjauhi buku. Namun, terkadang hubungan mereka sangat dekat. Karena dengan film, buku-buku terbaik dimunculkan secara nyata dengan efek visual dan audio yang semakin membuat cerita semakin lebih menyenangkan untuk dinikmati.

Terlepas dari konflik yang terjadi ketika sebuah buku dijadikan film, seperti konflik alur cerita, tokoh yang tidak sesuai bayangan kita, atau cerita-cerita yang terpotong. Film yang dijadikan dari lahirnya sebuah buku membawa sebuah aliran hawa segar baru. Mengapa? Karena fenomena ini baru saja saya rasakan ketika orang-orang banyak menyerbu buku-buku yang difilmkan tersebut setelah film-film mulai ditayangkan. Apalagi bila filmnya memang memukau penontonnya.

Jadi tidak ada salahnya bila sebuah buku itu dijadikan film. Karena dari film yang memukau, penonton tergerak untuk juga membaca karangan aslinya. Menantang diri sendiri untuk memperluas imajinasi mereka. Dan mungkin dari pengumpul buku-buku yang pernah difilmkan, mereka akan semakin menggemari buku dan memperluas wawasan mereka dengan membaca buku dengan genre yang berbeda-beda. :)

Terkadang sebuah kebaikan harus dibiasakan dan pembiasaan harus dibarengi dengan kesenangan…

    • #me
    • #books
    • #movie
    • #perahu kertas
  • 7 months ago
  • 2
  • Permalink
Share

Short URL

TwitterFacebookPinterestGoogle+
mellovesblue:

it seems so nice to spend time there :)
another idea to my ideal home..

~,~
View Separately

mellovesblue:

it seems so nice to spend time there :)

another idea to my ideal home..

~,~

Source: lunasilverfuck

    • #books
    • #home
    • #photography
  • 7 months ago > lunasilverfuck
  • 149854
  • Permalink
Share

Short URL

TwitterFacebookPinterestGoogle+

coincidence

nayasa:

Kemarin siang saya bertemu dengan seorang bapak dan beliau menasehati (dalam hal positif tentunya) tentang hidup. Hal tidak disengaja ini terjadi ketika kami sama-sama menyapa seorang anak keturunan Korea yang sedang bermain di perpustakaan UI, karena memiliki ketertarikan yang sama, yaitu anak-anak, jadilah si bapak mengajak saya dan teman saya cukup lama.

Banyak hal yang menarik yang kami bicarakan di sepanjang perjalanan, si bapak tinggal di kukel dan mengaku pernah jadi pembantu rektor ntah periode berapa. Ntah kenapa, saya percaya saja dengan pengakuannya, apalagi di sepanjang perjalanan kami bertemu dengan banyak orang, mulai dari dosen hukum yang juga berjalan kaki, kemudian setiap bapak satpam, serta supir bikun, semuanya mengenal beliau, menyapa dan bahkan bersalaman. Wow. Bahkan sampai detik ini, saya merasa sangat takjub dengan pertemuan yang benar-benar diluar dugaan. He taught me a lot, about life.

Teman dan Buku

Salah satu hal dari sekian banyak yang kami bicarakan yang membuat saya jadi berkontemplasi banyak saat dia bilang, ‘Kalau kita ketemu 5 tahun lagi, kamu adalah apa yang kamu baca dan bagaimana pergaulan dengan teman-teman kamu saat ini.’ 

Dia mengingatkan untuk terus membaca, sebanyak-banyak buku dan sebaik-baik buku, karena itu yang akan mempengaruhi pola pikir kamu. Begitu pula dalam memilih teman. Pilihlah teman terbaik dalam hidupmu, yang mampu menjadikan kamu sebagai manusia terbaik pula. Jika kamu hidup dalam lingkungan yang berfikir pesimis, sinis, atau bahkan apatis akan hidup, sebaiknya kamu sadarkan kembali diri kamu, sudahkah memilih teman yang baik.

Saya sepakat 100% dengan pendapat si bapak, pernah ada perumpamaan yang bilang, ‘jika kamu berteman dengan penjual parfum maka kamu akan tertular harumnya, dan jika kamu berteman dengan penjual bensin maka kamu juga akan tertular bau bensinnya.’ 

Teman itu bukan saudara, kita bisa memilih yang mampu menyenangi hati, mengkritik dan memperbaiki kita di saat kita salah, dan selalu ada saat kita bahagia dan susah hatinya. Walau agak tidak sepakat dengan lagu Opik di bagian yang, ‘berkumpullah dengan orang-orang shaleh’, sungguh saya merasakan betul bagaimana orang-orang dilingkungan saya yang saya anggap tingkat pemahaman agamanya jauh dari saya mampu menginspirasi saya untuk belajar banyak tentang beribadah dan agama.

Begitupula dengan teman-teman yang selalu menyebarkan optimisme tentang hidup. Mereka adalah anugerah yang luar biasa. Walau kadang berbeda ketertarikan tentang ‘passion’, banyak hal-hal yang saya pelajari dari mereka.

Tapi bukan berarti pula, kita membatasi pergaulan kita, tentu perlu untuk tetap berteman dengan orang yang berbeda keyakinan dengan kita agar mampu belajar tentang namanya toleransi dalam kehidupan, tentu perlu pula berteman dengan orang-orang yang bukan ahli ibadah agar kita mampu saling nasehat-menasehati, dan tentu perlu pula kita berteman dengan orang yang seringkali berbeda pandangan dengan kita agar kita lebih ‘open-minded’.

Tapi kalau saya pribadi, tentu akan menghindari berteman orang yang terlalu sering mengeluh, terlalu sering pesimis, atau bahkan terlalu sering ‘ngomongin orang’ tanpa kasih solusi dan kritik yang konkrit. Orang-orang seperti ini cukup kita ‘tahu’ saja, tidak perlu dimasukkan ke dalam orang-orang terpenting dalam hidup, karena kalau terlalu sering bergaul dengan orang-orang yang seperti itu pasti akan juga berpengaruh akan kualitas hidup kita. Bagaimana tidak, tiap hari kita terus-terusan dikelilingin orang yang pesimis dan mengeluh sepanjang waktu seakan-akan dunia akan selalu runtuh, belum lagi orang-orang yang terlalu sering berpandangan negatif atas yang orang lain lakukan. Tidak, saya tidak mau hidup di antara orang-orang tersebut. 

Sungguh, bapak yang saya temui kemarin benar-benar memberikan pandangan saya tentang kehidupan, khususnya bagaimana menjadi manusia dengan ‘mengendalikan’ lingkungan di sekitar saya. Tuhan selalu punya caranya sendiri untuk ‘mengingatkan’ manusia, yaitu mempertemukannya dengan manusia lain.

Di akhir pembicaraan, si bapak lalu bertanya kepada saya, ‘Nama kamu siapa? Biasanya ketika saya ngambung ngobrol dengan orang, pasti ada hubungannya dalam hidup saya.’ Ketika saya memberitahukan nama saya, dia lalu bilang, ‘Wah, itu nama cucu pertama saya.’

Kebetulan? Tentu tidak, ini semua sudah tertulis di Lauhul Mahfuz milikNya, termasuk saya menuliskan tulisan ini. Wallahu a’lam bish shawabi.

    • #life
    • #books
  • 7 months ago > nayasa
  • 12
  • Permalink
Share

Short URL

TwitterFacebookPinterestGoogle+
View Separately

(via piggoppieppo)

Source: bellacor.com

    • #books
  • 7 months ago > thebookbrook-deactivated2011111
  • 472
  • Permalink
Share

Short URL

TwitterFacebookPinterestGoogle+
Sudah lama tak membuat review buku. Dan kali ini saya datang dengan membawa buku berjudul: Visa ke Surga yang ditulis oleh bapak Houtman Zainal Arif.
Buku ini berisi beberapa cerita-cerita pendek tentang indahnya berbagi yang pernah dirasakan oleh pak Houtman maupun yang pernah ia dengar atau saksikan dari orang lain. Saya sudah pernah bertemu dengan pak Houtman sekali, saat acara SMAN di Jakarta. Dan pada saat itu beliau pun didampingi oleh istri dan keluarga besarnya yang kebanyakan adalah anak asuhnya. Oleh karena itu, saya pun percaya bahwa buku yang beliau tulis ini bukanlah bentuk riya, melainkan bentuk semangatnya untuk berbagi pengalaman akan indahnya berbagi. (Insyaallah, wallahu alam).
Dari seluruh cerita yang ada di dalamnya, kira-kira ada 2 cerita yang paling saya sukai:
1. Jawara Itu pun Menangis, bercerita tentang seorang bapak tua di suatu kampung di Jakarta. Namanya pak Genduh. Sejak ada suatu kejadian di kampungnya, ia akhirnya mendirikan rumah penampungan orang-orang dengan kelainan jiwa. Hanya dengan keyakinan pada Tuhan dan bermodalkan hati tulus ingin menolong, akhirnya tempat penampungan ini semakin besar. Namun bukan berarti bahwa jalannya semakin mulus. Semakin besar tempat penampungan ini, semakin banyak masalah yang ia hadapi. Mulai dari pemerintah, media, sampai masyarakat di sekitarnya. Kalimat yang paling menancap kuat pada diri saya adalah: “Perbuatan ini harus bermodal kesabaran yang tidak pernah habis-habisnya. Kita tidak punya ilmu, tetapi kita punya Tuhan. Biarlah orang lain mencaci maki dengan segala ilmu dan alibi, namun tidak berbuat apa-apa, kecuali mencaci tiada henti.”
2. Miskin Hati, bercerita tentang pengalaman pak Houtman yang pernah merasa dikelabui oleh seorang pengemis. Dengan mata kepalanya sendiri, ia menyaksikan sebuah kebohongan yang dilakukan pengemis di jalanan. Dan ketika ia bertanya pada seorang ustadz bagaimana ia harus bertindak melihat hal itu, maka jawaban sang ustadz adalah: “Dari seratus orang miskin, mungkin hanya lima yang mengecewakan kita. Sementara sisanya, 95 lagi, adalah anak-anak miskin yang pintar, jujur, rajin, dan sholeh. Kasus yang negatif tadi jangan sampai mengurangi amal ibadah kita. Jadi, silahkan pilih, mendapatkan 100 potensi ibadah dengan asesoris 5 yang menjengkelkan atau tidak berbuat apapun, gara-gara rasio yang sangat kecil itu.”
Inilah buku Visa ke Surga, sangat saya rekomendasikan, apalagi untuk membuat kita semakin memahami apa itu berbagi dan juga semakin yakin bahwa tindakan berbagi yang berdasar Allah itu, adalah tindakan yang disukai-Nya.. :)
Pop-upView Separately

Sudah lama tak membuat review buku. Dan kali ini saya datang dengan membawa buku berjudul: Visa ke Surga yang ditulis oleh bapak Houtman Zainal Arif.

Buku ini berisi beberapa cerita-cerita pendek tentang indahnya berbagi yang pernah dirasakan oleh pak Houtman maupun yang pernah ia dengar atau saksikan dari orang lain. Saya sudah pernah bertemu dengan pak Houtman sekali, saat acara SMAN di Jakarta. Dan pada saat itu beliau pun didampingi oleh istri dan keluarga besarnya yang kebanyakan adalah anak asuhnya. Oleh karena itu, saya pun percaya bahwa buku yang beliau tulis ini bukanlah bentuk riya, melainkan bentuk semangatnya untuk berbagi pengalaman akan indahnya berbagi. (Insyaallah, wallahu alam).

Dari seluruh cerita yang ada di dalamnya, kira-kira ada 2 cerita yang paling saya sukai:

1. Jawara Itu pun Menangis, bercerita tentang seorang bapak tua di suatu kampung di Jakarta. Namanya pak Genduh. Sejak ada suatu kejadian di kampungnya, ia akhirnya mendirikan rumah penampungan orang-orang dengan kelainan jiwa. Hanya dengan keyakinan pada Tuhan dan bermodalkan hati tulus ingin menolong, akhirnya tempat penampungan ini semakin besar. Namun bukan berarti bahwa jalannya semakin mulus. Semakin besar tempat penampungan ini, semakin banyak masalah yang ia hadapi. Mulai dari pemerintah, media, sampai masyarakat di sekitarnya. Kalimat yang paling menancap kuat pada diri saya adalah: “Perbuatan ini harus bermodal kesabaran yang tidak pernah habis-habisnya. Kita tidak punya ilmu, tetapi kita punya Tuhan. Biarlah orang lain mencaci maki dengan segala ilmu dan alibi, namun tidak berbuat apa-apa, kecuali mencaci tiada henti.”

2. Miskin Hati, bercerita tentang pengalaman pak Houtman yang pernah merasa dikelabui oleh seorang pengemis. Dengan mata kepalanya sendiri, ia menyaksikan sebuah kebohongan yang dilakukan pengemis di jalanan. Dan ketika ia bertanya pada seorang ustadz bagaimana ia harus bertindak melihat hal itu, maka jawaban sang ustadz adalah: “Dari seratus orang miskin, mungkin hanya lima yang mengecewakan kita. Sementara sisanya, 95 lagi, adalah anak-anak miskin yang pintar, jujur, rajin, dan sholeh. Kasus yang negatif tadi jangan sampai mengurangi amal ibadah kita. Jadi, silahkan pilih, mendapatkan 100 potensi ibadah dengan asesoris 5 yang menjengkelkan atau tidak berbuat apapun, gara-gara rasio yang sangat kecil itu.”

Inilah buku Visa ke Surga, sangat saya rekomendasikan, apalagi untuk membuat kita semakin memahami apa itu berbagi dan juga semakin yakin bahwa tindakan berbagi yang berdasar Allah itu, adalah tindakan yang disukai-Nya.. :)

    • #books
    • #me
  • 8 months ago
  • 7
  • Permalink
Share

Short URL

TwitterFacebookPinterestGoogle+

When you have so many books you haven’t read and can’t decide which one you want to read first.

malah terkadang tergoda untuk beli yang baru.. haha„ :P

(via teachingliteracy)

Source: rawrgiraffe

    • #books
  • 9 months ago > rawrgiraffe
  • 200
  • Permalink
Share

Short URL

TwitterFacebookPinterestGoogle+
View Separately

(via reading-is-fun)

Source: readreread

    • #books
  • 9 months ago > readreread
  • 143
  • Permalink
Share

Short URL

TwitterFacebookPinterestGoogle+
teachingliteracy:

tea & books (by _madeye)
Pop-upView Separately

teachingliteracy:

tea & books (by _madeye)

    • #books
    • #classic
    • #tea
    • #art
  • 10 months ago > teachingliteracy
  • 91
  • Permalink
Share

Short URL

TwitterFacebookPinterestGoogle+
annisaadejanira:

Terima Kasih Mbak Ana M. Rufisa, bukunya sudah sampai dipangkuan saya :)

Udah sampai juga di saya.. :D Makasih yaaa!!
Pop-upView Separately

annisaadejanira:

Terima Kasih Mbak Ana M. Rufisa, bukunya sudah sampai dipangkuan saya :)

Udah sampai juga di saya.. :D Makasih yaaa!!

    • #books
    • #indonesia
  • 10 months ago > annisaadejanira
  • 4
  • Permalink
Share

Short URL

TwitterFacebookPinterestGoogle+
View Separately

(via teachingliteracy)

Source: addictedreader27

    • #photography
    • #books
  • 11 months ago > addictedreader27
  • 81
  • Permalink
Share

Short URL

TwitterFacebookPinterestGoogle+
Page 1 of 5
← Newer • Older →

About

A girl,, that love flowers, books, cooks, science, cats, art, photography, and Japan things.. Find more about me in my personal's thought about anything . :)

So when you have common interest with me, why don't you just follow me!!

Psst: ask for it, if you want to be followed by me ;)

Pages

  • my other blog :)

Me, Elsewhere

  • @hanakotamus on Twitter
  • Facebook Profile

Twitter

loading tweets…

Top

  • RSS
  • Random
  • Archive
  • Ask me anything
  • Mobile
Effector Theme by Pixel Union