Seratus Puisi untuk Mama
Mama,
Aku masih teramat belia
Waktu itu
Waktu kau tunjukkan padaku
Secarik kertas bersimbah aksara
Dibalut untaian kata mutiara
Yang tak kupahami maknanyaLalu kau bacakan padaku
Dihadapanku
Kata-katanya satu-satu
Naik turun kudengar suaramu
Sesekali meninggi memburu
Kadang merendah seperti malu-malu
Menghujani hatiku yang terpukau terpakuHari itu aku berkenalan dengan puisi
Dengan engkau yang berdeklamasi
Membawakan puisi tentang Cordoba dan Andalusia
Yang pernah kau bacakan pula saat masih remajaKertas itu kau berikan untuk ku simpan
Didalam Al-Qur’an aku sisipkan
Supaya tetap terjaga rapi
Bagiku ia berharga sekaliMama,
Ingin sekali aku mencipta
Seratus puisi untuk Mama
Mungkin menjadi puisi paling sederhana
Paling ringan bahasanya
Tak apa ya, MaEngkau pun pasti tahu juga
Kalau ini adalah caraku sebetulnya
Untuk menyampaikan segenap rasa
Bahwa padamu, aku cintaachmadlutfi
wolfsburg, 250212
Source: achmadlutfi
26 Notes/ Hide
-
fafirru-ilalloh liked this
-
nnovi reblogged this from achmadlutfi
-
adenulis reblogged this from achmadlutfi
-
raysuki reblogged this from hanakochan
-
hanakochan reblogged this from achmadlutfi
-
nadeyra72 reblogged this from achmadlutfi
-
myworldismyplayground liked this
-
sitaelanda reblogged this from achmadlutfi
-
mandalawangi liked this
-
rizzaayu reblogged this from achmadlutfi
-
mardiyah1503 liked this
-
gorgeousmiya reblogged this from syahirahshaari
-
sofiaaizura reblogged this from syahirahshaari
-
sofiaaizura liked this
-
crystal93 reblogged this from syahirahshaari
-
akanokoizumi liked this
-
yuyuerine liked this
-
syahirahshaari liked this
-
syahirahshaari reblogged this from achmadlutfi
-
annisaadejanira liked this
-
ragilliarach liked this
-
risalatulamanah liked this
-
pradityaningsih said:
Bagus banget Mas:”D
-
kuyaayu liked this
-
achmadlutfi posted this