(Source: widyakusuma, via emylneon)
(Source: allahthemerciful, via tytyresty)
- Kemiskinan bakal lenyap. Tak ada lagi orang miskin, pengemis, gelandangan, tiada anak jalanan di mana pun di dunia ini. Setiap negara akan punya museum kemiskinan, dan museum kemiskinan global akan terletak di negara yang paling akhir menghapuskan kemiskinan secara tuntas.
- Semua orang akan menjadi warga negara global dengan status sama. Tak seorang pun akan butuh paspor atau visa; setiap orang dapat pergi bebas ke mana pun di seluruh dunia.
- Perang menjadi usang. Tak ada bangsa yang akan terlibat dalam persiapan perang, dan tak akan ada lembaga militer mengembangkan rencana perang di mana pun di dunia ini.
- Senjata nuklir dan pemusnah massal lain akan dihapus.
- Penyakit yang konon tak tersembuhkan, mulai dari kanker hingga AIDS akan terbasmi. Penyakit akan jadi fenomena amat langka yang dengan mudah dan efektif disembuhkan. Layanan kesehatan kualitas tinggi aan tersedia untuk setiap orang, dan kematian anak dan ibu akan jadi masa lalu.
- Sistem pendidikan global akan dapat diakses oleh semua orang dari mana pun di dunia. Semua anak akan menikmati kegembiraan belajar, dan akan tumbuh sebagai individu perhatian, mengabdi untuk kesejahteraan orang lain dan diri sendiri.
- Setiap orang akan punya kesempatan penuh mengeksplorasi batas-batas potensi dirinya, lepas dari gender, ras, bangsa, agama, atau keturunan. Orang dari semua bangsa dan latar belakang akan mendapat kesempatan wajar berpartisipasi dalam petualangan hebat spesies manusia, meluaskan cakrawala pengetahuan, dan kreativitas kemanusiaannya.
- Sistem ekonomi global akan mendorong individu-individu, kalangan bisnis, dan institusi untuk menyebarkan kesejahteraan mereka dan berpartisipasi aktif dalam menciptakan kesejahteraan bagi orang lain, membuat ketimpangan pendapatan menjadi isu yang tidak relevan. “Pengangguran” dan “kesejahteraan” tidak akan lagi terdengar.
- Bisnis sosial akan menjadi bagian bisnis dunia yang substantif.
- Hanya akan ada satu mata uang dunia. Uang logam dan kertas akan tiada lagi.
- Akan tersedia teknologi yang memungkinkan semua rekening dan transaksi bank rahasia para politikus, pejabat pemerintah, badan intelegensi, organisasi bawah tanah, dan kelompok teroris sudah dengan mudah dapat dideteksi dan dipantau.
- Berbagai macam layanan keuangan yang canggih akan tersedia bagi setiap orang di dunia.
- Setiap orang akan memiliki komitmen untuk bergaya hidup yang mementingkan keberlanjutan yang didasarkan pada teknologi yang tepat. Matahari, air, dan angin akan menjadi sumber energi utama.
- Manusia akan mampu meramalkan gempa bumi, badai, tsunami, dan bencana alam lainnya secara akurat dan jauh-jauh hari sebelumnya untuk meminimalkan dampak dan korban nyawa.
- Tidak akan ada lagi diskriminasi dalam bentuk apapun, baik yang berdasarkan pada suku, warna kulit, agama, gender, orientasi seksual, keyakinan politik, bahasa, budaya, dan faktor-faktor lainnya.
- Kertas tidak akan lagi diperlukan, karena itu tidak perlu lagi menebang pohon. Akan ada kertas sintetis yang dapat dipakai berulang kali dan dapat terurai secara biologis, pada kasus-kasus yang tidak bisa lain membutuhkan kertas.
- Jaringan penghubungan mendasar akan bersifat tanpa kabel dan hampir tidak membutuhkan biaya.
- Setiap orang akan membaca dan mendengarkan segala sesuatu dalam bahasa masing-masing. Teknologi akan memungkinkan bagi seseorang untuk bicara, membaca, dan menulis dalam bahasanya sendiri sementara pembacanya akan membaca pesan itu di dalam bahasa mereka masing-masing. Software dan berbagai peralatan canggih akan menerjemahkan secara langsung ketika orang berbicara atau ketika melakukan download teks apa saja. Orang akan dapat menyaksikan saluran televisi dari mana saja dan mendengarkan suara dalam bahasanya sendiri.
- Semua kelompok budaya, etnis, dan agama akan tumbuh dalam keindahan dan kreativitasnya yang utuh, memberikan sumbangan terhadap indahnya persatuan masyarakat manusia.
- Semua orang akan menikmati lingkungan dengan inovasi yang terus-menerus, restrukturisasi institusi dan peninjauan kembali berbagai konsep dan ide.
- Seluruh umat manusia akan merasakan dunia yang damai, harmoni, dan persahabatan yang ditujukan untuk meluaskan batas-batas potensi manusia.
Sumber:
Yunus, M. (2008). Menciptakan Dunia Tanpa Kemiskinan. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama
catatan: Jika ada yang ingin mereblog:
Editlah 3 butir yang paling kamu sukai dan paling kamu setujuidengan mem-bold-nya.
Perkuat dengan mengulang impian itu di dalam hati, di setiap bangun tidur dan pergi tidur, kalian pun akan ikut berjuang untuk mencapainya sebaik-baiknya, sehormat-hormatnya.
Semoga dunia kita segera menjadi tempat tinggal yang lebih baik. Amin.:)
(via ikumaikuma)
Untuk kalian yang mau atau suka jogging atau bersepeda..Coba deh caranya si Sawako Kuronuma (Kimi ni Todoke) ini. Bawa satu kantong plastik untuk mengumpulkan sampah-sampah yang kita temuin di jalan. Lebih bagus lagi kalo kita bisa misahin sampah recycle (seperti botol plastik atau gelas plastik) dan sampah-sampah kertas (kotak rokok, kertas bekas, dll). Nah, nantinya sampah-sampah yang sudah dikumpulkan bisa dibuang di tempat sampah atau diberikan kepada pemulung sampah plastik.
Jadi berlipat-lipat deh untungnya. Olahraga iya, bersih-bersih iya, bantu orang lain juga iya..
Dicoba yuk!! :D
The Evolution of Technology, designed by General Assembly’s Alexandra Proba.
Floppy disk/Diskette, Flash Disk, Memory Card, MicroSD Memory Card, Cloud memory… :D
(via teachingliteracy)
[video]
Saya tak berusaha untuk memaksakan apa yang saya anggap benar. Saya hanya ingin berbagi sembari berdoa agar kalian mau mengerti kebaikan-kebaikan yang ada dalam tulisan saya. :) —
Hana
Cheers!! :)
Pengaruh lingkungan terhadap akhlak -
Membaca tulisan ini yang diberikan oleh seorang teman pagi tadi, membuat saya mulai berfikir ulang. Apakah saya termasuk orang yang tidak peduli terhadap lingkungan masyarakat khususnya dengan akhlak para adik-adik saya. Saya merasa digolongkan kepada orang-orang yang acuh dan hanya bisa bilang “jika iman kita kuat maka Insyaallah kita akan aman dari semua pengaruh buruk lingkungan dan kalau mereka yang melakukan hal-hal buruk tanpa mengganggu hidup saya, dosanya mereka ini yang tanggung”.
Dan setelah saya pikir-pikir lagi, ternyata memang saya orang yang cukup egois ya. Karena saya seperti hanya memikirkan diri sendiri, tanpa memikirkan orang lain. Seharusnya kan saya masih bisa mencegah mereka untuk terpengaruh pengaruh-pengaruh buruk lingkungan ini.
Dan lagi-lagi saya dapat pekerjaan rumah. Bila digabungkan dengan yang sebelumnya menjadi: Saya harus bisa selalu mengingatkan diri sendiri, keluarga, dan teman-teman untuk tidak terpengaruh pengaruh buruk lingkungan dengan kembali kepada ajaran-ajaran Islam yang baik dan tanpa dibumbui kritikan-kritikan ‘berlebihan’ terhadap suatu kelompok. :)
(Source: addictedreader27, via teachingliteracy)
(Source: masbro, via isnidalimunthe)
Wer den Pfennig nicht ehrt, ist den Taler nicht wert —
Frasa bahasa Jerman
Barangsiapa tidak bisa menghargai capaian yang kecil, dia tidak berhak untuk meraih capaian yang besar. (Kira-kira begitu artinya.. :))
(Source: inspired-x, via zelalalalalaland)
Homework.. :)
(Source: katiefuckingfitch-, via thebeautyofislam)
(via bookspaperscissors)